Sunday, December 11, 2016

Tentang Di Tinggalkan dan Meninggalkan

Bahkan bekerja di sebuah perusahaan dengan peraturan atau kontrak kerja yang ketat pun tidak bisa menutup kemungkinan adanya pekerja yang keluar masuk.

Apalagi bekerja di sebuah bisnis networking, yang notabene tidak ada ikatan tertulis yang membuat orang harus loyal terhadap bisnis ini.

Bisa dipastikan orang datang dan pergi adalah hal yang lumrah di bisnis ini.



Saya sendiri termasuk leader yang akhirnya menyerah dan meninggalkan upline saya dan juga jaringan saya yang memang sudah hancur lebur bercerai berai *halah lebay :D

Lalu di bisnis Oriflame yang kini pun saya sudah sering kali mengalami di tinggal oleh sahabat - sahabat yang memutuskan menyerah.



Lalu apa yang saya lakukan?

Ya gak ada, saya sangat menghormati keputusan mereka untuk menyerah, saya cuman sedikit menyayangkan jika mereka menyerah lalu memblokir saya hehehe.

Iya, ada satu orang sahabat yang masih muda banget, namanya Elmy Puspa Sari (Maaf ya dek, namanya saya sebutin, biar nanti kalau adek googling nama sendiri, bisa ketemu tulisan ini dan membaca pesan saya :)

Adek tersebut masih kuliah, dan pertama kali bergabung, dia semangat sekali, saya senang banget jika melihat ada anak muda bersemangat seperti dia.

Namun belum juga cukup sebulan, tiba - tiba dia menghilang, saya yang terbiasa membaca status - status semangat dia, jadi merasa sepi sejenak.
Reflek saya serach akunnya untuk di inbox, dan voilaaaa.... saya di blokir dong hehehe.

Padahal, kalau adek Elmy mau tahu, saya mah gak masalah kalau ada yang memutuskan berhenti, dan saya gak bakal maksa kok, silaturahmi mah tetap jalan terus.

Tapi ya gitu, mungkin karena dia merasa takut di kejar - kejar atau mungkin juga sedikit malu pada kami (padahal serius loh, gak jadi masalah banget deh buat kami sejaringan) karena saya sudah melatih sahabat - sahabat di jaringan saya untuk lebih legowo, ramah dan menghargai semua keputusan sesama sahabat :)

Lalu, mengapa saya merasa di tinggalka dan meninggalkan itu biasa saja?

Karena memang hal tersebut tidak terlalu mengganggu saya.

Justru orang lain yang jadinya terganggu sendiri.

Karena saya selalu berusaha sekuat tenaga memberikan yang terbaik, lebih dari yang orang lain berikan pada downline maupun uplinenya.

Saya selalu berusaha menyenangkan upline dengan mandiri sedini mungkin.

Saya juga selalu berusaha menyenangkan sahabat - sahabat downline saya dengan cara tak pernah berhenti memberikan mereka ilmu, agar bisnisnya bisa berjalan lancar dan terarah.

Jadi baik saya meninggalkan atau di tinggalkan saya selalu tidak merasa terlalu kehilangan.

Justru saya selalu membuat orang lain merasa kehilangan saya :)

Saya ingin memberikan kesan kepada upline bahwa saya adalah satu dari sekian downline yang langka, dan sulit untuk mendapatkan orang seperti saya.

Juga saya akan memberikan kesan pada downline, bahwa saya adalah satu dari sekian upline yang langka dalam bisnis MLM.
Sehingga suatu saat nanti, saat mereka kembali ke dunia MLM (saya yakin banget mereka akan kembali, karena saya juga dulu seperti mereka) dan bergabung dengan orang lain.
Mereka bakal merasa kangen dengan saya, mereka tiba - tiba merindukan saya yang selalu mau mengerti kesulitan mereka.

Yup, jangan pernah takut di tinggalkan orang lain.
Takutlah jika kita di tinggalkan Allah.

Buatlah diri kita istimewa, agar semua yang istimewa akan mendekat pada kita.

Teruntuk semua sahabat - sahabat di jaringan saya, si upline cerewet yang selalu berkata 'iya, gapapa' ini akan selalu berjuang demi kalian.
Karena apalah artinya saya tanpa kalian semua.

Semua kemampuan dan semangat saya tidak berarti apa-apa.

Jika saya tidak bisa membantu kalian semua mencapai impiannya.

TPJ, 11 12 2016

Reyne Raea

WA 0878 5519 0482


Mau bergabung dengan #JaringanRey? 
isi data DI SINI

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...