Refleksi Ala Rey, Bekerja dengan Hati & Bertahan dengan Realita

refleksi ala rey
"Dok, apa sih rahasianya, sehingga pendapatan RS meningkat dratis di masa kepemimpinannya sebagai direktur RSUD periode lalu?", tanya saya kepada seorang mantan Direktur RS beberapa waktu lalu.

"Simple, saya usahakan agar semua pekerja disejahterakan!", jawabnya yakin.

Baca juga : Cerita Di Balik Kesuksesan Mantan Direktur RSUD Kota Baubau

Ketika itu saya cuman manggut-manggut, meskipun sebagai 'manusia yang maunya selalu produktif', saya pribadi sebenarnya selalu bekerja maksimal, even gaji masih di bawah standar.

Memang sih, saya bakal kerja sambil ngomel kalau gajinya nggak sesuai standar, tapi tetap maksimal. Apalagi kalau bekerja di bagian pelayanan.

Saya memahami betul, masalah gaji saya tuh bukan tanggung jawab yang butuh pelayanan saya. Mereka datang dengan harapan dilayani sebaik-baiknya, nggak peduli berapapun bayaran pekerja yang melayaninya.

Itu pola pikir saya, setidaknya sebelumnya.

Sampai akhirnya saya beruntung bisa keterima bekerja di bagian pelayanan beneran, meskipun usia saya udah tak mudah lagi. Udah 40an dong.

Baca juga : IRT 40 Tahunan Back To Working Mom, Ini Tantangannya!

Saking senangnya dan merasa berhutang budi kepada yang nerima kerja, saya berjanji untuk bekerja lebih memberikan apa yang bisa saya lakukan, di luar job desc posisi saya.

Lalu kemudian hari-hari pun berlalu.

Ternyata bekerja di kota kecil itu, sangat berbeda dengan bekerja di kota besar. Setidaknya habit pekerjanya ya.

Tapi lama-lama saya akhirnya menemukan jawaban yang paling masuk akal, sekaligus memahami jawaban mantan direktur RS yang saya wawancarai sebelumnya itu.

Bahwa, adalah manusia kinerja pekerja, berbanding lurus dengan salary atau penghasilannya.


Ceritanya, beberapa waktu lalu, saya mendapatkan job yang lumayan banyak, Alhamdulillah. Otomatis, waktu dan pikiran saya curahkan sepenuhnya di job itu dong. Bahkan di kantor pun saya gunakan untuk mengerjakan job tersebut. Tentunya ketika sedang lowong ya.

Lalu beberapa waktu kemudian saya ingat, kalau jarang post konten buat media sosial tempat bekerja saya. Well, ini sih bukan jobdesc saya ya, tapi saya udah janji untuk bantuin demi brand awarness klinik.   

Di momen itulah saya jadi sadar.

Saya bukannya sengaja tidak update konten di media sosial klinik, tapi saya sedang sibuk mengerjakan job saya, 

karena saya butuh uang!.

Jujur, penghasilan saya sebagai pekerja kantoran sekarang masih jauh di bawah standar hidup. Meanwhile tau sendiri kan kalau saya seorang single fighter mom.

Baca juga : Apa itu Single Fighter Mom, dan Cerita MamiRey

Karenanya saya nggak bisa menepiskan kenyataan, kalau fokus saya dalam bekerja (khususnya jobdesc tambahan ya) sangat berkurang.

Lalu terngiang lagi kata-kata dokter Maman (mantan direktur RSUD Kota Baubau), yang kurang lebih begini,

"Sekarang, bagaimana orang bisa fokus bekerja, kalau dia masih pusing dengan biaya hidupnya. Bagaimana dia bisa datang ke kantor dengan siap, kalau bawa beban hidup masalah biaya hidup?"

Iya banget sih.

Bagaimana saya bisa fokus ke job tambahan untuk bantu memajukan klinik tempat bekerja, kalau saya masih harus memikirkan cara lain untuk menghasilkan duit.

Dan jangan lupa, selama puluhan tahun di dunia ini, dan menjalani beragam cara menghasilkan uang, saya jadi sangat paham kalau,   

uang itu datang bersama dengan FOKUS.
Seriously, sulit banget menghasilkan uang tanpa fokus. Kecuali kita jadi karyawan yang santai, ada kerjaan dikerjain, nggak ada ya ditinggal main game, nonton drakor atau dracin atau semacamnya.

Gajian ya disyukuri, gaji telat ya kesal *eh.

Dan bersiap aja kita tergantikan oleh orang yang punya dedikasi tinggi dan lebih menguntungkan perusahaan. Ini udah jadi hal yang biasa dalam dunia, karena kesuksesan juga datang bersama 'transaksional',

How about you, Temans?


Baubau, 13-12-2025

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)