Sunday, August 23, 2015

Pengalaman Menitipkan Anak di Day Care

Assalamu alaikum...

Mumpung lagi ada semangat menulis, saya ingin berbagi cerita apa sih plus minus menitipkan anak di Daycare alias Tempat Pengasuhan Anak.

Kenapa sampai saya akhirnya tega menitipkan anak? ceritanya panjang, nanti aja dibahas di lain judul, hehehe...

Pertama kali saya mulai bekerja kantoran lagi, saya bingung. Oleh suami, anak saya dibawa ke rumah eyangnya. Namun karena rumah eyangnya lumayan jauh dari tempat tinggal kami, jadinya hanya hitungan hari, anak saya jadi sakit karena kecapekan di jalan saat kami antar jemput.

Minggu kedua kami mulai berani menitipkan ke sebuah daycare di dekat tempat tinggal kami, karena kami belum yakin dengan daycare tersebut, kami lalu memutuskan untuk mencoba seminggu dulu.
Daycare atau TPA tersebut bernama TPA Mentari yang beralamat di Taman Pondok Jati (lupa gang dan nomernya :D )
Biaya sebulan kalau gak salah Rp. 600 ribu, sudah include makan siang dan snack sore serta anak sudah dimandikan saat di jemput di sore hari. Saya lupa berapa persisnya biaya per minggu, kalo gak salah Rp. 200ribu seminggu.
Namun hanya 2 hari saya mulai sebal, gimana gak? jam nya terlalu kaku, di mulai dari pukul 7 pagi sampai pukul 17.00 teeettt... gak boleh telat sedikitpun, kalau telat kena denda.
Jadilah saya yang pulang pukul 16.30 ngebut dari kantor saya yang berjarak 16an KM tersebut dan hasilnya sering telat jemputnya karena macet.
Baca : Hunian Impian

Di hari ke tiga, anak saya yang mulai gak suka, sediiihhhh banget waktu saya anterin anak saya nangis jejeritan saat di ambil pengasuh di sana.
Pemilik daycare tersebut menguatkan saya, dengan menghibur kalau semua anak awalnya gitu saat dititipin. Namun besoknya, anak saya juga tetap jejeritan, akhirnya saat saya nanya saat di rumah, anak saya mengatakan kalau bundanya jahat, mungkin bunda2 pengasuhnya terlalu disiplin mendidik mereka, sehingga membuat anak saya gak nyaman, apalagi ditambah anak saya begitu sensitif kalau dimarahin orang, hihihi...

Akhirnya, kami pun sepakat mencari daycare lain, kebetulan di gang lain ada daycare bernama Deltasari School (kalau gak salah :D ) .
Daycare yang ini beda dengan sebelumnya, karena yang ini menyatu dengan sekolah, jadinya anak saya gembiraaaaa banget berada di situ. Biayanya sih lebih mahal, Rp. 800ribu sebulan. Sudah termasuk makan siang dan snack sore. Oh ya, biaya perbulan itu belum termasuk uang masuk loh. Saya lupa berapa uang masuknya, kalau gak salah berkisar jutaan (Lupa pastinya dan malas nyari brosurnya hahaha)
Untuk di daycare ini, anak saya gembiraaa banget, dia begitu menikmati berada di situ, usut punya usut ternyata karena paginya temannya banyak karena banyak anak-anak lain yang sekolah di situ.
lalu setelah teman - temannya pulang, anak saya diberi keleluasaan bermain hingga puas, saya jadi berpikir sang bunda membiarkan demikian karena menghargai kesenangan anak, atau males ngurusin ya? hihihi...
Anak saya sih senang, sayanya yang sedih :(, gimana gak sedih cobaaa... seharian saya kerja, pas sore saya jemput anak saya belum mandi, baunya gak karuan, kadang gak makan seharian dan juga luka2 karena terjatuh saat main.
Kata bundanya eh di daycare tersebut manggilnya mum.. anak saya gak mau makan sama sekali, gak mau tidur dan menolak untuk mandi :(.

Saya hampir menyerah, sampai suatu pagi suami saya iseng mutar - mutar di sekitar tempat tinggal kami dan menemukan daycare atau penitipan plus sekolah di perum Griya Sepanjang, Sidoarjo.
Saya lalu menelpon dan bundanya mengundang kami untuk datang dan boleh melihat tempatnya serta bertanya2 langsung.
Kebetulan hari itu hari Sabtu, dan hari Minggunya kami lalu mendatangi alamatnya dan ketemu langsung dengan bundanya.
Tempatnya sangat sederhana, pemiliknya adalah ketua yayasan dari sekolah KB dan TK Bina At Taqwa yang sekolahnya persis di depan rumahnya. Biayanya pun sangat murah, hanya sekitar 450ribu perbulan. sudah include sekolah KB atau playgroup plus ngaji di sore hari. Pastinya sudah include makan siang dan snack sore, serta dimandiin sore hari.

Bersama Darrell saat perpisahan teman-teman TK Bina At Taqwa, hidungnya luka gegara jatuh dari panggung, hiks...



Teman di day care tersebut sih hanya 1 orang, namun pemilik atau bundanya mempunyai 3 orang anak yang masih seumuran anak saya.

Langsung deh, hari Seninnya anak saya di tempatkan di daycare tersebut. Awal2nya nyaris sama dengan tempat sebelumnya, anak saya gak mau makan, sediiihh deh melihatnya jadi semakin kurus, namun senangnya, saya bebas menjemputnya kapan saja, jadi jika saya kejebak macet, gak perlu takut kena denda atau kena tegur dari bundanya.

hari berganti hari, anak saya semakin menikmati tinggal sementara di situ, hal tersebut karena di daycare tersebut gak seperti penitipan atau tempat pengasuhan anak lainnya. Suasananya seperti rumah, anak saya diperlakukan sama dengan anak pemiliknya, bahkan anak saya tidak pernah dimarahin (anak saya sangat sensitif, dan sampai sekarang saya tanya dia gak pernah bilang kalau bunda atau pengasuhnya jahat).

Alhamdulillah, mungkin Allah menunjukan jalannya untuk kami, saya bisa balik bekerja dan anak saya berada di tangan orang yang terpercaya.

Lalu, apakah plus minusnya setelah anak saya berada di daycare?
Pastinya ada...

Plusnya? Yang paling terasa adalah anak saya jadi berani bersosialisasi dengan yang lain. Selama saya menjaganya hingga dia berusia 4 tahun, anak saya selalu tak bisa berkomunikasi dengan orang lain selain pada saya atau suami saya.
Bahkan selama dia bersekolah playgroup di Jombang, tak ada sepatah katapun yang keluar jika di tanya oleh orang dewasa.
Mungkin juga karena jarang bersosialisasi dengan tetangga kali ya? hihihi...

Awal - awal dia di daycare memang sama, tak ada perkataan sama sekali, kalaupun dia ingin meminta sesuatu pada pengasuhnya, semuanya dilakukan dengan pakai bahasa isyarat, tapi jika bersama teman seusianya dia mau berbicara dengan cerewetnya.

Syukurlah bunda - bunda di sekolah, maupun pengasuhnya tak kenal lelah mengajarkannya komunikasi, Alhamdulillah dalam sebulan anak saya sudah mau berkomunikasi dengan jelas pada orang dewasa.
Bahkan sekarang setelah 6 bulan di daycare tersebut, anak saya sudah semakin cerewet dalam berkomunikasi.

Plus lainnya adalah, anak saya mulai pandai mengaji, mengenal huruf dll. Dulu waktu saya mengajarinya di rumah, selalu dijawab dengan berbagai alasan. Capeklaaahh, ngantuklahhh.. :D

Lalu adakah minusnya?
Pastinya ada :(
Karena anak saya menghabiskan waktunya lebih banyak dengan orang lain, kadang kontrol perkataannya jadi kurang, dia banyak mencontoh perkataan2 buruk dari teman - temannya. Untungnya belum sampai pada tahap makian :(

Beruntungnya saya jarang banget eh bahkan nyaris gak pernah lembur di kerjaan sekarang, jadi saat sore saya segera mungkin menjemput dia lalu setelah di rumah saya ajak berbicara dan menstrerilkan perkataan2 buruk seperti mengatakan orang lain jelek, dll.

Minus lainnya adalah dia jadi kembali gak mandiri, dulu anak saya udah bisa mandi sendiri, buka baju, pakai baju sendiri, makan sendiri... ehhh sekarang karena ngeliat anak bundanya yang bungsu manja, dia jadi ikutan manja :(
Ya sudahlah, saya terus berusaha agar jika di rumah dia kembali mandiri seperti ajaran saya.

Alhamdulillah...
Bekerja kantoran tidak melulu menyeramkan seperti yang orang lain pikirkan, tapi nih... sebenarnya hati saya masih terus berpikir untuk lebih baik bekerja dari rumah, passion saya lah yang memanggil saya untuk berani membiarkan anak saya belajar mandiri di luar sejak dini..

Insya Allah, jika waktunya tiba saya akan menemukan dan berjodoh dengan pekerjaan yang dilakukan dari rumah, paling gak yang waktunya gak terlalu mengikat saya untuk memisahkan saya dari anak saya..
Insya Allah...


3 comments:

  1. Assalamualaikum mbak boleh nanya kebetulan baca artikel mbak. Untuk penitipannya yang di sepanjang apakah mbak masih ada nomer telp.nya? Terima kasih. Kalo untuk batita 1 tahun tapi belum bisa jalan apakah menerima?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo... Bunda, saat ini saya berencana membuka daycare professional dibawah naungan Yayasan Al Islah Kebraon. Saat ini yayasan hanya digunakan untuk TPQ di sore hari. Karena itu, kalau sore, bisa sekalian ikut TPQ di Yayasan. Silahkan kalau mau booking tempat mumpung belum launching (launching bulan agustus insya allah). Lokasi di Yayasan Al Islah Kebraon, Jl Kebraon Mundu no 18. Lokasinya di belakang Giant Kebraon. Telp 031-7670208. Ada diskon khusus untuk yg booking tempat sebelum launching.

      Delete
    2. Lokasi Waru sidoarjo mb bisa hubungi
      0896-4794-4833

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...