Blogger, Anak Teknik Sipil atau Admin Kesehatan, Mau Dikenal Sebagai Apa?

blogger atau teknik sipil atau admin medis

Hari ini saya ngantor di klinik Utama Farus Medika dan mengerjakan beberapa hal yang harus dikerjakan. Yup, karena klinik memang akhir-akhir ini lumayan sepi, jadi saya punya banyak waktu untuk mengerjakan hal lain selain melayani administrasi pasien.

Kebetulan pagi tadi saya baca WA, ada orang kantor satunya (kontraktor), yang minta data saya buat keperluan SKK (Sertifikat Kompetensi Kerja). Jadi yang pertama saya lakukan adalah, melengkapi berkas yang diminta tersebut.

Salah satu berkas yang diminta adalah ijazah terakhir saya, dan ternyata saya belum punya soft copy ijazah, dan mau nggak mau saya balik ke kos, buat ambil ijazah untuk dijadikan file soft copy.

Cuaca kota Baubau akhir-akhir ini memang nggak jelas. Kadang dingin banget, tapi di luar mataharinya ada 4 (saking panasnya, hahaha). 

Dan hal ini bikin saya males untuk nyariin berkas ijazah saya, yang akhirnya saya angkat aja 1 map gede yang seingat saya berisi ijazah juga di dalamnya.

Alhamdulillah, di dalam map tersebut memang ada ijazah saya, yang merupakan lulusan teknik sipil tahun baheula, hahahaha.

Dan karena map tersebut berisi banyak berkas lainnya, alhasil saya kepo dong, saya bukain satu persatu, dan mendapati beberapa sertifikat atau bukti bagaimana saya dulu concern banget di dunia teknik sipil.

Salah satunya adalah, saya jadi teringat bagaimana saya mencintai dunia struktur ketika kuliah dulu.

Mungkin karena sejak kecil saya bercita-cita jadi wanita karir yang kerjanya tuh di gedung tinggi dan megah. Dulu sudah membayangkan akan bekerja dengan pakaian yang rapi, pakai jas dengan rok span cantik. Ini keknya gegara saya dulu sering banget baca novel romantis yang ada adegan perempuan memakai jas dengan rok span gitu deh, siapa sangka malah jadi terbayang-bayang dan bermimpi suatu saat nanti, pengen kayak gitu, hahaha.

Ketika membaca novel tersebut, saya masih duduk di SMP dan belum punya bayangan mau sekolah di mana nantinya setelah besar.

Perjalanan hidup membawa saya  masuk STM Negeri Baubau, jurusan Bangunan Gedung pulak. Dan lucky me, punya bapak yang membolehkan anaknya milih sekolah apa saja sesuai keinginannya. Dan saya pilih teknik sipil dong, melanjutkan 'kepalang basah' udah di STM jurusan Bangunan Gedung.

Baca juga : Alasan Bisa Jadi Anak STM

Dan dari situ, setidaknya saya concern di bagian gedung, demi 'nyamain' impian kerja di 'gedung tinggi' kali ya, hahaha.  

Jadi, begitulah kira-kira awal mula saya menyukai struktur gedung bertingkat, gegara pengen kerja di gedung tinggi, hahaha.


Dari Engineer Menjadi Blogger Lalu Mendadak Ke Dunia Medis

Sebenarnya cerita ini sudah saya ulang-ulang di blog ini, tapi saya nggak ingat persis tulisan dengan judul yang mana, hahaha.

Intinya, setelah lulus Teknik Sipil, saya ternyata lebih banyak bekerja di bagian proyek jalan raya. Berkutat dengan aspal dan semacamnya.

Ujungnya, saya lebih concern ke manajemen proyek, mengontrol proyek agar selalu berjalan sesuai rencana dan mendapatkan keuntungan minimal sesuai rencana.

Dan saya masih ingat, betapa happy-nya saya bekerja di bagian tersebut, meskipun udah bergeser dari cita-cita kerja di 'gedung tinggi'.

Terakhir saya kerja di gedung kecil peninggalan Belanda, di Surabaya. Yang saking tebalnya dindingnya, sinyal HP jadi susaaahhh banget, hahaha.

Tapi saya tetap happy, biar kata kerjanya dibarengin omelan, saking kerjaan saya termasuk kategori rempong maksimal, hahaha.

Namun over all, saya menikmati, karena (belakangan saya menyadari kalau) saya (ternyata) suka bekerja.

Sampai akhirnya saya menjadi ibu dari seorang bayi yang lahir prematur, nggak punya support sistem yang baik untuk menjaga si bayi pulak, berakhir dengan saya terpaksa memutuskan jadi IRT.

Menjadi IRT untuk perempuan dengan background ibu pekerja, mama saya PNS pulak, bikin saya nggak bisa (hanya) menjadi ibu rumah tangga saja. 

Berbagai profesi saya coba, mulai dari jualan online baju, jualan frozen brownies sampai menekuni bisnis MLM, lalu terakhir menekuni dunia blogger.

Apalagi sejak kelahiran anak kedua saya, rasanya saya udah nggak pernah bermimpi untuk kembali ke dunia kerja lagi, terutama dunia teknik sipil.

Secara, saya adalah mamak-mamak yang harus mengurus 2 anak seorang diri, jadinya satu-satunya pekerjaan yang memungkinkan buat saya, ya bekerja dari rumah.

Dan dunia teknik sipil yang saya tekuni sebelumnya, sama sekali nggak bisa dilakukan dari rumah saja.

Makanya, saya fokus aja menjadi blogger, menulis siang dan malam, memaksakan diri untuk menulis setiap hari, dan begitulah setelah bertahun-tahun, akhirnya orang-orang mengenal saya sebagai seorang blogger.

Namanya hidup ya, seringnya tak bisa ditebak.

Bisa-bisanya, di tahun 2025 lalu, saya malah terjun ke dunia yang (sebenarnya nggak baru-baru amat tapi) baru saya lakukan, yaitu bekerja di sebuah klinik medis sebagai tenaga administrasi.

Lucunya, kerjaan ini bahkan bertahan hingga detik ini.

Padahal, di awal tahun ini, Alhamdulillah saya bisa kembali ke dunia teknik sipil. Tapi karena saya kelamaan di dunia medis, jadinya semacam kehilangan jati diri.

 

Blogger, Anak Teknik Sipil atau Admin Kesehatan, Mau Dikenal Sebagai Apa?

Mungkin karena saya udah menekuni dunia blogger selama bertahun-tahun, jadinya kebanyakan teman mengenal saya sebagai blogger, terutama teman-teman yang intens berkomunikasi dengan saya.

Di sisi lain, saya juga udah lumayan lama bekerja di dunia medis, udah setahunan dong.

Dan saya udah mempunyai circle pertemanan di dunia medis ini, meskipun ya nggak intens ya (saya introvert orangnya, hehehe).

Jadinya, kebanyakan orang mengenal saya sebagai blogger atau pekerja di dunia medis. 

Jarang banget orang mengenal, bahkan percaya kalau saya seorang lulusan teknik sipil.

Karenanya, sering banget orang mengira, saya bekerja di perusahaan kontraktor ya sebagai admin ngetik-ngetik doang, hahaha.

Apalagi orang-orang berpikir kalau admin memang tugasnya ngetik-ngetik doang, hehehe. Sampai saya share foto-foto yang menunjukan kalau saya ya memang lulusan teknik sipil.

Baca juga : Prospek Kerja Teknik Sipil yang Mom Friendly?

Well, sebenarnya saya nggak terlalu peduli mau dikenal sebagai apa sih ya, sebagai blogger aja, atau sebagai admin sebuah klinik medis, meski kerjaannya merangkap banyak hal.

Atau juga dikenal sebagai engineer.

Tapi, sejujurnya saya lebih suka dikenal sebagai blogger.

Alasannya?

Biar ada tambahan duit ketika diajak kerjasama blog, kalau engineer kan memang nggak perlu branding buat dapatin gaji *eh, hahahaha. 

Ya begitulah.


Kalau Temans, maunya dikenal sebagai apa?


Baubau, 30-08-2026

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)