Friday, July 29, 2016

KM Tidar - Kapal Sejuta Kecoa

Assalamu alaikum lagi :)

Mumpung lagi rajin nulis, buruan deh dituangkan ke blog, sebelum rasa malasnya datang dan semua kisah hanya berada di dalam ingatan dan perlahan menghilang dalam kepikunan :D

Meneruskan kisah sebelumnya,
   
Baca :  Mendadak Mudik Lebaran Tahun 2016 (Alhamdulillah)

 Kali ini pengen cerita tentang kapal laut yang kami tumpangi yang mana tiketnya bikin kami deg2an menanti ada gak nya serta ngos-ngosan pas ternyata tiketnya di dapat tepat 4 jam sebelum keberangkatan dan kami belum packing final :'D

Ketika di jalan dalam taksi yang kami tumpangi, iseng-iseng saya memandangi tiket yang papi peroleh beberapa jam yang lalu, dan saya kegirangan setelah mengetahui ternyata kami mendapatkan tempat tidur yang berada di dek 6 yang mana dek atau lantai kapal tersebut berisi kamar2 eks kelas 1 dan 2 dulu.



Sebelumnya saya sempat browsing bahwa pemerataan harga tiket kapal Pelni tersebut membuat gak ada lagi perbedaan antara penumpang kapal, semua punya hak sama dan sama berhak mendapatkan tempat tidur.
Untuk itu, semua pintu2 kamar kelas 1,2 dan 3 dahulu, di copot agar gak ada kesan perbedaan.

Dan ternyata kenyataan nya, pas kami naik, masih ada juga beberapa penumpang yang tidur di emperan dek luar atau di hall atu border tangga kapal.

Lalu saat kami mencari kamar kami, alangkah terkejutnya kami mendapatkan kamar kami dengan keadaan gak ada kasurnya, kami ternyata menempati eks kamar kelas 2, dan ternyata untuk KM Tidar, kamar kelas 2 memiliki toilet dalam kamarnya dan juga memiliki 4 bed atas bawah.

Sebenarnya di tiket kami bed yang seharusnya kami tempati adalah bed atas, sedang papi malah menempati bed di kamar yang lain.
Namun karena kamar lain tersebut kondisinya jauh lebih parah dari kamar kami tsb, akhirnya papi memutuskan agar kami bertiga menempati kamar tersebut.

Kami lalu menunggu kapal berangkat agar kami bisa menemui petugasnya untuk menanyakan kasur dari bed kami serta kunci pintu toilet yang terkunci rapat.
Setelah di PHP beberapa kali oleh beberapa petugasnya yang entah karena sedang puasa, atau sedang malas, mereka hanya saling lempar saat papi menanyakan di mana kasur dan kunci pintu toiletnya, seorang petugas pun datang membuka pintu toilet dan mengambil 4 bh kasur di dalamnya.
Ternyata kasurnya di sembunyikan di toilet agar gak di rebut penumpang lainnya, serta agar toiletnya gak dipakai oleh penumpang lain juga.



Oh ya, sebelumnya selama beberapa jam kami menanti si bapak petugas, kami tiba2 di kejutkan oleh kemunculan beberapa ekor anak kecoa.
Saat si #Darrell minta makan dan kami mengeluarkan makanan bawaan kami, tiba-tiba saja kecoa lainnya ikutan berdatangan.

Karuan saja saya ketakutan dan geli melihatnya.

Sehingga saat bapak petugasnya datang membuka pintu toilet yang ternyata toiletnya kotornya Naudzubillah :'( saya lalu menanyakan apakah mereka mempunyai apapun pengusir serangga, entah semprotan atau apa kek... dan jawaban si bapak petugas bikin saya pengen pingsan

"Gak ada pengusir serangga mba, lagian kami gak berani membunuh kecoa, mereka kan juga pengen hidup"

Huaaaaa..... pengen saya rekam dan di tag kan ke Mentri Kesehatan dan Mentri Perhubungan agar tau gimana komentar mereka jika para penumpang KM Tidar di wajibkan bersahabat dengan kecoa :'( :'( :'(

Dan akhirnya karena kami gak tau bagaimana cara mengusir si serangga yang banyaknya parah banget itu, kami hanya bisa pasrah saat tidur si kecoa2 tersebut berkeliaran di dekat kasur kami, sebagian bahkan berani berjalan di badan kami hiksss....

Yang lebih parah lagi, karena pemerataan harga tiket, gak ada lagi ruangan buat makan yang biasa di sebut restoran. Jadilah kami harus makan di kamar atau bed masing2, berteman sejuta kecoa yang saat mencium bau makanan mereka langsung kompak datang mendekat bikin kepala yang pening karena goncangan kapal jadi makin berat hikss...

Untuk hal2 lain memang perubahan kapal penumpang sangatlah di acungin jempol.

Mulai dari makanannya yang meskipun ala kadarnya yang mana saya gak tega untuk memakannya karena keingat kecoa2 tersebut yang seharusnya ada juga di bagian dapurnya hoeekksss....
Jadinya saya selama 3 hari 2 malam sahur dan buka puasa pakai Pop Mie yang sebagian bawa dari Surabaya dan sebagian beli indomart express di atas kapal.
Makanannya kini gak lagi memakai wadah omprengan seperti di penjara, namun memakai kotak dari plastik yang lumayan layak, selain itu para penumpang di beri air mineral serta susu kotak Diamond saat sahur ataupun sarapan.
Saat berbuka puasa kami di berikan minuman merk Jungle Juice (bener gak sih merknya? ) rasa sirsak.

Harga tiketnya juga bener2 turun drastis mengikuti kelas Ekonomi, jika dulu kelas 1 bisa seharga 1,3 juta serta kelas 2 bisa seharga 600-800rb per orang.
Sekarang kami hanya menghabiskan biaya sekitar Rp 1,2 jutaan untuk 3 orang.

Yang lainnya? apa ya?
Gak ada lagi deh, yang ada malah kekurangannya..

Mulai dari kecoa di mana2, sampah yang males diangkut oleh petugasnya sehingga meluber di koridor2 kamar yang baunya bikin pingsan.
Toilet yang kotor serta karpet kamar yang basah gak pernah di bersihkan sehingga ada yang bau apek bahkan bau pesing :'(
Petugas yang kerja sesuka hatinya (masa iya di malam pertama kami di atas kapal ketika pukul 21.30 kami sedang pulas tertidur, tiba2 kami mendengar suara bising yang sangat mengganggu.
Dan ternyata itu adalah suara mesin penyedot debu yang sedang dipakai oleh seorang petugas yang membersihkan karpet di koridor. Astagfirullah.... gak salah pilih waktu tuh? masa iya bersih2 di jam nya orang2 pada istrahat???

Untungnya si papi selalu menghibur, "di syukuri aja mi, lagian harga tiketnya kan gak mahal2 amat"

Dan dijawab ketus oleh saya "Murah siihh muraahhhhh, tapi kalau murah pelayanannya buruk serta kotor, itu mah bukan murah namanya :') "

Akhirnya setelah menahan siksaan geli liat para kecoa yang mondar mandir gak sopan, kami pun tiba dengan selamat di pelabuhan Murhum BauBau pada Minggu, 3 Juli pukul 18.00 WITA (telat 6 jam dari yang dijadwalkan, karena memang KM Tidar jalannya lelet, maklum kapalnya udah aki2 :D )

Berikut gambar2 yang berhasil saya ambil saat di kapal KM Tidar.

Kondisi kamar KM Tidar

Kondisi pintu kamar yang sudah di copot :D


Salah satu momen ketika kami sedang berbuka puasa, para kecoa mulai menampakkan dirinya :')

Menu Berbuka Puasa di kotak plastik yang di beri tutup pula (lupa kefoto)

Minuman berbuka puasa

Minuman sahur (yang hitam2 itu para kecoa :'( )


12 comments:

  1. aku paling geli dan takut sama kecoaaa...aduh musti banyak sabar ya mbak naik kapal itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan naik kapal itu deh mbak, ngeri hihihi..
      Sebenarnya gak semuanya penuh kecoa, yang KM Tidar itu penuh kecoa karena emang kapalnya udah aki-aki banget

      Delete
  2. Ya ampuun geli banget aku mba bayanginnya. Duuu berharap banget deh Indonesia punya KM yang layak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya langsung langsing pas turun dari kapalnya mba, saking tersiksa ditemani kecoa hahaha.
      Tapi gak semua kapal Pelni buruk kok, yang usianya masih remaja insha Allah gak separah KM Tidar ini :)

      Delete
  3. Wah ada harga ada rupa ya. Serem lagi makan kecoa minta jatah juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget mba, bikin trauma naik kapal, tapi gak semua separah ini kok, ada juga yang bagus dan bersih :)

      Delete
  4. ya Allah seriusan itu mbak kecoa? hehehe.. selama ini aku mbayangin naik kapal yang berhari2 itu enak lho. smpe2 ngrancangin waktu buat liburan keluar pulau naik kapal bukan pesawat. tp ditolak sama mas suami ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya kalau naik kapal Pelni yang baru asyik.
      Terlebih ambil kelas 1.
      Sekamar isi 2 bed, KM mandi dalam, makanannya juga terpisah dari kelas lainnya.
      Sayangnya mahal.
      Dulu saya pulang kena 1,3 juta perorang. Mending naik pesawat deh hihihi

      Delete
  5. Geli banget ya mbakk.. Mau bobo pun ga nyenyak... Jadinya tertidur krn ga sadar mungkin ya.. Hehhee.. Kira2 sekarang masih gitu ga ya? Semoga sudah ada improvement lebih baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget mbak hehehe.
      Kayaknya untuk KM Tidar tetep deh, secara tuh kapal udah uzur bangetttt

      Delete
  6. Ma mbaaa... Aku lgs ksh suamiku baca ini loh. Soapnya om dia ada yg jd nahkoda kapal pelni. Dan wkt itu suani udh bilang, "kalo di indonesia kita blm prnh naik kapak. Kapan2 naik kapal pelni jg yuk, mumpung om msh kerja di pelni"

    Aku dr awal males sbnrnya, krn memang takut naik kapal. Mnding pesawat ato kereta dah. Tapiiii kalo sampe kapalnya penuh kecoak, huahahahahah dia maksa2pun aku ga akan mau naik ini :p. Hiiiiih!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkw... sebenarnya menemukan kecoa di fasilitas umum itu sudah mainstream, tapi di dalam kamar rasanya bikin tambah gelii hehehe..
      Ayoo dicoba naik kapalnya, cari yang usianya baru

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...