Rumah Asuh Kota Baubau, Solusi Untuk Bahagiakan Perempuan dan Anak

Rumah Asuh Kota Baubau akhirnya hadir untuk memberikan jawaban atas berbagai permasalahan perempuan dan anak di kota seribu benteng ini. Ras...

Katanya Saya Cari Muka, Untuk Apa?

cari muka di dunia kerja

Jadi di kantor lagi nggak asyik vibes-nya, karena akhir-akhir ini merebak kabar bahwa saya dibilangin sebagai orang yang cari muka, oleh beberapa teman lainnya.

Hal ini bermula dari kejadian beberapa hari belakangan ini saya sibuk mengurus berkas ini itu, yang berkaitan dengan pergantian direktur di klinik tempat saya bekerja.

Jadi, direktur baru ini, setelah mengantongi surat perjanjian kerja, langsung bergerak cepat cari rekanan untuk bekerja sama.

Nah, untuk memenuhi perjanjian tersebut, dibutuhkan kelengkapan beberapa dokumen perusahaan, dan ternyata setelah saya cari, dokumen yang dimaksud masih menggunakan nama direktur lama.

Melihat hal tersebut, saya lalu berinisiatif menyampaikan ke atasan, bahwa dokumen tersebut diganti dengan nama direktur baru.

Baca juga: Hal Baru yang Dipelajari Setelah 7 Bulan Kerja Di Klinik


Oleh atasan disetujui, dan mengatakan nanti akan diganti. 

Saya yang terbiasa sejak dulu penuh inisiatif, segera menawarkan untuk membantu perubahan dokumen yang ada.

Atasan mengiyakan, dan memberikan kontak orang-orang yang bisa dihubungi, dan segera saya hubungi nomor-nomor tersebut. Lalu, tak lama kemudian saya pun berhasil mengubah dokumen yang dimaksud.

Fyi, ketika berkomunikasi dengan banyak pihak, saya menggunakan nomor WA kantor, dengan tujuan agar rekan lainnya paham pekerjaan yang saya lakukan, terutama ketika saya libur.

Tapi ternyata hal itu malah menghadirkan gosip-gosip di antara rekan lainnya, dengan topik utama si Rey yang suka cari muka, semua kerjaan orang dikerjakan, biar diliat atasan, terlebih oleh owner.

Fyi lagi, owner dari klinik tempat bekerja saya adalah orang nomor satu di kota Baubau. Makanya banyak orang yang bertahan kerja di situ, demi mudah akses dengan owner.

Omongan tersebut awalnya bikin saya ngakak, tapi setelah mendengar dari beberapa orang, lama-lama saya gerah juga menghadapinya.

Lantas saya menjelaskan kepada semuanya, tentang bagaimana mungkin saya harus cari muka, karena saya tak punya kepentingan lain untuk cari muka ke owner, karena bahkan saya bukan warga Baubau.  

"Coba deh kalian pikir, buat apa saya cari muka ke owner?, saya bahkan tidak atau belum ber KTP Baubau, saya tak punya kepentingan agar diterima di pemerintahan, tak punya juga kepentingan biar dapat proyek atau lainnya, hehehe!"

I know, sejak beberapa lama kerja di klinik tersebut, dan melihat gebrakan beberapa orang, pernah juga ke rumah owner, jadinya paham sih, mengapa beberapa orang sedemikian berharap untuk bisa di'lihat' oleh owner

Karena mereka membawa kepentingan masing-masing, agar lebih mudah melakukan hal lainnya, yang tentunya berhubungan dengan uang.

Tapi saya?.

Dan saya tak perlu cari muka untuk bisa dikenal owner, karena saya seorang blogger yang aktif di medsos, yang selalu punya andil di salah satu program yang dinaungi owner.

Ngapain saya harus ribet cari muka, kalau muka saya udah baik-baik saja, hahaha.


Lantas mengapa saya terlihat seolah sibuk cari muka?.

Karena mindset dan background pengalaman kerja saya yang jauh berbeda dengan kebanyakan rekan lainnya.

Saya terbiasa sejak kecil dituntut bapak untuk menjadi orang yang berinisiatif tanpa disuruh. Bapak akan marah sekali kalau melihat saya diam aja nggak beberes atau belajar, menunggu disuruh dulu.

Sikap berinisiatif yang dipaksakan bapak saya, menjadi kebiasaan sampai dewasa, dan kebetulan juga saya selalu bekerja di perusahaan swasta. Jadi sikap inisiatif itu yang bikin saya dikenal oleh semua petinggi perusahaan, karena jarang yang melakukannya.

Alasan lain, saya nggak suka ngantor trus nggak ada kerjaan yang nyata. Saya paling benci kalau ngantor dan dihabiskan waktunya buat bergosip. Karena mungkin saya termasuk orang introvert kali ya.

Ketika ngantor dan malah sibuk bergosip, pulangnya saya langsung down, lemes dan kehabisan energi. Berbeda dengan ketika di kantor saya bahkan sibuk banget melakukan banyak kerjaan. Bahkan saya sering pulang melebihi jam kerja dan saya baik-baik aja bahkan bersemangat ketika sampai di rumah.

Dan kebetulan juga, klinik tempat saya bekerja memang lumayan sepi akhir-akhir ini. Membuat para rekan kerja jadi malas-malasan, ngantor hanya untuk tiduran.

Sudahlah datangnya telat, pun juga sampai kantor ya tiduran, kalau enggak ya nonton drama China, hadeh, hahahaha.

Kebayang saya kalau ikutan kebiasaan mereka, rasanya nggak nyaman sama sekali. Saya bahkan akan merasa sangat bersalah bahkan hanya telat 5 menit doang. Meanwhile yang lain, santai aja telat 3-4 jam.

Ada yang bahkan baru datang ketika ada pasien, dan nggak merasa bersalah sama sekali ketika pasien menunggu.

Bisa dibilang, pasien akan beruntung, ketika mereka ke klinik tersebut, pas di hari jaga saya. Karena mereka akan disambut dengan baik dan ramah, dan dilayani sesegera mungkin.

Saya juga bisa dibilang hampir nggak pernah meninggalkan kursi saya di front office. Jadi, selama pasien langsung menuju ke ruang pendaftaran, mereka nggak bakal kebingungan mencari petugas yang berjaga.

Lucunya, hal-hal demikian bahkan dibilang cari muka, karena nggak mengikuti arus yang mereka lakukan.

Baca juga: Ketika Semangat Kerja Tak Sefrekwensi Dengan Rekan Kerja


Padahal saya nggak suka atau nggak nyaman melakukan hal-hal yang mereka lakukan.

Ah begitulah.

Ada yang pernah mengalami hal serupa?


Baubau, 17-03-2026

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)